Tips Penderita Maag Siasati Puasa Tanpa Khawatir Kambuh

0
13

Puasa menyebabkan perubahan pola makan, baik dari segi jumlah dan waktu makan. Perubahan ini menyebabkan terjadinya perubahan fisiologis tubuh, seperti penurunan berat badan pada minggu awal berpuasa, dan peningkatan asam lambung saat perut kosong, terutama di siang hari.

puasa bagi penderita maag

Asam lambung yang berlebihan dapat menyebabkan peradangan di lambung yang disebut dengan maag (dispepsia). Umumnya tubuh manusia akan beradaptasi dengan kondisi yang ada setelah beberapa hari pada minggu awal puasa, sehingga penyakit maag yang dirasakan berangsur membaik atau tidak sampai membatalkan puasa.

Penyakit Maag dan Tipenya

Konsultan saluran pencernaan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Dr dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB mengatakan, “(Penderita maag) boleh (berpuasa) justru lebih baik penderita sakit maag bisa berpuasa, kecuali yang mengalami dispepsia (sakit maag) organik yang belum diobati “.

Maag terbagi menjadi 2 jenis, fungsional dan organik. Klasifikasi merupakan hasil pemeriksaan endoskopi (teropong saluran pencernaan atas).

Penderita maag organik disebabkan adanya luka pada lambung, seperti tukak lambung, tukak usus dua belas jari, GERD (Gastroesophageal reflux disease), polip atau kanker di kerongkongan, usus dua belas jari dan lambung.

Penderita maag organik (maag kronis) sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter dapat menyesuaikan dosis pengobatan atau diet pada saat puasa, walaupun sebenarnya lebih baik tidak menjalankan puasa.

Sekitar 70-80 % penderita maag mengalami maag fungsional, yang disebabkan karena pola hidup.

Penderita maag fungsional terjadi jika penderitanya makan tidak teratur, konsumsi makanan berlemak, minuman bersoda, kopi, stres dan merokok, tanpa ada kerusakan Atau kelainan pada lambung. Penderita maag fungsional dianjurkan berpuasa karena dapat memperbaiki gejala yang ada.

Berikut tips yang dapat dilakukan penderita maag agar dapat menjalankan puasa
Panduan makanan ketika berpuasa bagi penderita maag

1. Hindari makanan yang mengandung gas, seperti makanan berlemak, sayuran sawi dan kol, buah nangka dan pisang ambon, kedondong, buah yang dikeringkan dan minuman bersoda.

2. Hindari makanan yang merangsang produksi asam lambung, misalnya kopi, minuman beralkohol, anggur putih, sari buah citrus, dan susu Full cream.

3. Hindari makanan yang sulit dicerna, yang memperlambat pengosongan lambung, yaitu kue tar dan keju.

4. Hindari makanan yang secara langsung merusak dinding lambung, dengan kandungan cuka, pedas, merica dan berbumbu yang merangsang.

5. Hindari makanan yang melemahkan klep kerongkongan bawah (alkohol, cokelat, makanan tinggi lemak dan gorengan).

6. Konsumsi karbohidrat kompleks atau serat (makanan yang lambat dicerna) ketika sahur, agar tidak mudah lapar dan lemas di siang hari. Beberapa sumber karbohidrat yang perlu dihindari beras ketan, mi, bihun, jagung, ubi singkong, talas, dodol.

7. Buah Kurma merupakan sumber yang bagus mengandung karbohidrat, serat, kalium dan magnesium.

8. Kacang almond banyak mengandung protein dan serat, Pisang mengandung karbohidrat kalium dan magnesium.

9. Pilihlah makanan yang dikukus, direbus atau dipanggang dibandingkan diolah dengan cara digoreng.

10. Makan dalam porsi sedikit namun sering dan mendekati imsak saat sahur, dan segera berbuka saat magrib.

11. Jangan lupa minum obat maag yang diresepkan dokter saat sahur dan berbuka.

12. Jangan langsung tidur setelah makan sahur atau makan malam, karena hal ini dapat meningkatkan risiko asam lambung naik atau GERD.

Panduan minuman saat puasa bagi penderita maag

1. Disarankan minum banyak air putih suam-suam kuku atau suhu ruangan untuk mengganti kehilangan air saat berpuasa, kurang lebih 8 gelas per-hari.

2. Minum segelas susu saat sahur, (dapat mengurangi gejala maag dan ulkus peptik).

3. Minum air putih, jus buah yang tidak asam, dan minuman yang mengandung banyak kalium agar tubuh lebih cepat menyesuaikan diri saat menjalankan puasa.

4. Hindari minuman yang mengandung kafein seperti kopi, teh, soda dan minuman energi.
Yang perlu dihindari saat puasa jika Anda menderita maag

Selain itu, Dr. Ari juga menganjurkan agar penderita maag menghindari cokelat, keju, gorengan, makanan yang terlalu pedas, hingga makanan tinggi lemak yang akan

memperlambat pengosongan lambung. Sementara dari segi makanan, seorang penderita maag harus pandai memilih makanan saat menjalankan ibadah puasa.
Misalnya, dengan tidak makan berlebihan, menghindari kafein, menghin

dari makanan yang dipanaskan berulang, hingga memilih air hangat atau air biasa untuk berbuka.

“Perut 14 jam kosong, minum dulu satu gelas untuk membasahi. Tapi tidak boleh minum air es karena suhu tubuh sekitar 37° C dan akan kaget,” ucap Dr. Ari.

Pengobatan untuk Pasien Penderita Maag

Penderita maag dianjurkan untuk mengonsumsi obat penekan asam lambung seperti obat antagonis reseptor H2 (ranitidine, famotidine, simetidine, nizatidine) atau penghambat pompa proton (omeprazole, lansoprazole, rabeprazole, esomeprazole, pantoprazole).

Obat antasida (pada iklan di media cetak dan elektronik) hanya berguna menghilangkan gejala saja dan kerjanya hanya 6-8 jam, sebenarnya penggunaannya tidak bersifat umum, sebatas menghilangkan gejala gangguan lambung yang timbul.

Referensi:
Panduan Berpuasa Bagi Penderita Maag – https://hellosehat.com
Puasa Bisa Menyembuhkan Sakit Maag, Apa Alasannya? – KOMPAS.com
Ini Anjuran Dokter Bagi Penderita Maag yang Ingin Berpuasa – detikHealth