Mengenal Sistem Peredaran Darah, Teori dan Penyakit

0
26

Komponen utama sistem peredaran darah pada manusia

mengenal sistem peredaran darah

Sistem peredaran darah manusia memiliki tiga komponen penting yang saling berkaitan guna mengatur jalannya pengangkutan dan penerimaan kembali darah dari seluruh tubuh.

1. Jantung

Jantung merupakan organ (sangat vital dalam sistem peredaran darah) berfungsi memompa dan menerima darah ke seluruh tubuh.Letak jantung berada di antara paru-paru berada di tengah dada, di bagian belakang kiri tulang dada.

Kira-kira Ukuran jantung sedikit lebih besar dari kepalan tangan, berbobot 200-425 gram. Jantung terdiri atas empat ruang, yakni serambi (atrium) kiri dan kanan serta bilik (ventrikel) kiri dan kanan.

Jantung memiliki empat katup yang memisahkan keempat ruang tersebut. Katup jantung berfungsi menjaga aliran darah mengalir ke arah yang benar. Katup ini termasuk katup trikuspid, mitral, paru, dan aorta. Setiap katup memiliki flaps, dinamakan leaflet atau cusp, yang membuka dan menutup sekali setiap jantung Anda berdetak.

2. Pembuluh darah

Pembuluh darah berupa pipa elastis merupakan bagian dari sistem sirkulasi darah. Fungsinya adalah membawa darah dari jantung ke bagian tubuh lain atau sebaliknya.
Ada tiga pembuluh darah utama yang terdapat di jantung, yaitu:

• Arteri, membawa kandungan darah kaya oksigen dari jantung ke bagian tubuh lainnya. Pembuluh Arteri memiliki dinding cukup elastis sehingga mampu menjaga tekanan darah tetap stabil.

• Vena, membawa kandungan darah miskin oksigen dari seluruh tubuh kembali ke jantung. Pembuluh Vena memiliki dinding pembuluh yang lebih tipis dari Pembuluh Arteri.

• Kapiler, Fungsinya sebagai penghubung arteri terkecil dengan vena terkecil. Dindingnya sangat tipis sehingga memungkinkan pembuluh darah untuk bertukar senyawa dengan jaringan sekitarnya (karbon dioksida, air, oksigen, limbah, dan nutrisi).

3. Darah

Tubuh manusia rata-rata mengandung sekitar 4-5 liter darah. Fungsi darah adalah mengangkut nutrisi, oksigen, hormon, dan berbagai zat lainnya ke seluruh tubuh.
Darah terdiri atas beberapa komponen, yaitu:
• Plasma darah.
• Sel darah merah (eritrosit).
• Sel darah putih (leukosit).
• Keping darah (trombosit).

Mekanisme sistem peredaran darah manusia

1. Peredaran darah sistemik

Peredaran darah sistemik (peredaran darah besar) ketika darah yang mengandung O2 dipompa dari bilik kiri jantung menuju ke seluruh tubuh lalu kembali lagi pada serambi kanan jantung.Peredaran darah sistemik memiliki skema aliran darah dari jantung – seluruh tubuh – jantung.

2. Peredaran darah pulmonal

Peredaran darah pulmonal (peredaran darah kecil) ketika darah yang mengandung CO2 dipompa dari bilik kanan jantung menuju paru-paru. Dalam paru-paru terjadi pertukaran gas yang mengubah karbon dioksida menjadi oksigen saat keluar dari paru-paru dan kembali lagi ke jantung (serambi kiri).Peredaran darah pulmonal memiliki skema peredaran darah dari jantung – paru-paru – jantung.

Penyakit yang berpotensi mengganggu sistem peredaran darah

• Hipertensi (Tekanan darah tinggi)
• Aneurisma aorta
• Aterosklerosis
• Penyakit jantung mencakup semua gangguan pada jantung seperti aritmia, arteri koroner, gagal jantung, kardiomiopati, serangan jantung, dst.
• Varises.

Fakta Menarik Mengenai Teori Sistem Peredaran Darah Pada Manusia

1. Teori peredaran darah pada dunia medis memakan waktu lebih dari 2000 tahun agar bisa terstruktur seperti saat ini.

2. Pada abad ke-2 berdasarkan pemikiran Galen, seorang dokter Yunani kuno, terbukti cacat. Tokoh yang berpengaruh besar dalam kedokteran Eropa itu pernah menyatakan, sistem pembuluh vena terpisah dari arteri, kecuali keduanya melakukan “kontak” dengan “pori-pori tak terlihat”. Pendapatnya akhirnya dipandang salah kaprah sebab teori kedokteran Galen dipengaruhi hal-hal filosofis.

3. Pada abad ke-16, Teori peredaran darah kemudian diganti dan dikembangkan kembali oleh bangsa Eropa. (Servetus, Vesalius, Kolombo, dan William Harvey), ilmuwan Eropa yang diyakini telah mematangkan hipotesis sistem peredaran darah ini.

4. Penemu yang secara komprehensif menjabarkan sistem sirkulasi darah sekaligus membantah teori Galen berasal dari Abad ke-13 dari seorang dokter muslim terkemuka: bernama lengkap Ala-al-Din Abu al-Hasan Ali Ibn Abi al-Hazm al-Qarshi al-Dimashqi itu lebih dikenal sebagai Ibn al Nafis, sebagai penemu pertama teori peredaran darah nyaris 300 tahun sebelum hipotesis itu dikukuhkan William Harvey.

5. Ibn al Nafis menerbitkan sebuah buku terkenal berjudul Sharah al Tashreeh al Qanoon. Buku ini ditemukan tahun 1924 seorang dokter dari Mesir, Muhyiddn At-Tathawi menemukan manuskrip bernomor 62243 dengan judul Commentary on the Anatomy of the Canon of Avicenna di sebuah perpustakaan Jerman.

6. Ibn al Nafis memaparkan deskripsi awal sistem peredaran darah manusia. Sistem Peredaran Darah Pulmonalis Ibn Nafis Dalam pandangan Ibn Nafis, peredaran darah manusia dimulai dari bilik kanan, melalui arteri pulmonalis, kemudian mengalir ke paru-paru. Lewat vena pulmonalis, sirkulasi darah kemudian kembali ke serambi kiri menuju bilik kiri untuk diedarkan ke seluruh tubuh.

7. Teori Ibn Nafis dikenal dengan sistem peredaran darah kecil atau sirkulasi pulmonal.

8. Dikutip dari artikel ilmiah yang ditulis Saeed Changizi Ashtiyani, Galen mengasumsikan bahwa darah mengalir melalui invisibel holes atau “lubang tak terlihat” yang terdapat antara dua bagian jantung. Menurutnya, kekeliruan Galen dalam sistem sirkulasi darah ini diperoleh melalui pembedahan anak yang lahir prematur. Galen menyatakan ada sebuah lubang yang menghubungkan bilik kanan dan bilik kiri jantung. Kondisi demikian rupanya ada dan berkembang dalam tubuh si anak yang mengalami kelainan bawaan.

9. Ibn al Nafis membantah pendapat Galen dengan menegaskan tidak ada lubang antara bilik kanan dan kiri jantung dalam sistem peredaran darah. Dengan kata lain, peredaran darah ini membawa darah tanpa oksigen menuju paru-paru kemudian mengalirkan darah kaya oksigen kembali ke jantung. Bila digambarkan secara singkat, sistem peredaran darah Ibn Nafis bermula dari bilik kanan – arteri pulmonalis – paru-paru – vena pulmonalis – (serambi kiri) – bilik kiri. Terkait sistem peredaran darah itu, Ibn al Nafis juga menyatakan bahwa harus ada jalur komunikasi kecil antara arteri pulmonalis dan vena pulmonalis.

10. Berdasarkan laporan yang ditulis John B. West, hipotesis ini diprediksi telah menginspirasi temuan pembuluh kapiler paru-paru yang baru mencuat 400 tahun kemudian oleh Marcello Malpighi (1628-1694). “Dan untuk alasan yang sama ada jalur yang tampak [atau pori-pori, manafidh] antara dua [pembuluh darah, yaitu arteri pulmonalis dan vena pulmonal],” demikian yang dipaparkan Ibn Nafis dalam Commentary on the Anatomy of the Canon of Avicenna.

11. Ibn al Nafis juga membantah kekeliruan teori Galen yang berkaitan dengan pembuluh darah dalam hubungannya dengan jantung dan paru-paru. Penelitiannya berujung pada kesimpulan bahwa darah dipompa dari bilik kanan ke paru-paru, tempat darah akan bercampur dengan oksigen, untuk kemudian dialirkan ke bilik kiri. Teori ini, Ibn Nafis membuktikan bahwa darah disaring di dalam paru-paru, yang lebih lanjut dikenal sebagai sistem peredaran darah pulmonal. Teori Ibn al Nafis yang membuatnya terlihat menonjol adalah argumennya soal pembedahan jantung dan paru-paru. Hasil dari pembedahan membuatnya menjadi orang pertama yang menyatakan paru-paru terdiri atas sejumlah bagian seperti laring, pembuluh arteri, dan pembuluh vena. Lokasi semua bagian itu terletak dalam jaringan yang lembut dan berpori.

Referensi Artikel

Mengulik lika liku sistem peredaran darah pada manusia – hellosehat.com
Teori Peredaran Darah Ibn al-Nafis yang Terlupakan Sejarah – tirto.id