Serba Serbi Tentang Komponen Darah Manusia

0
37

Mengenal komponen darah manusia

mengenal lebih jauh tentang darah manusia

Darah adalah cairan biologis memiliki Istilah medis diawali dengan kata hemo- atau hemato- yang berasal dari bahasa Yunani haima yang berarti darah.

Warna merah pada darah disebabkan oleh hemoglobin, protein pernapasan (respiratory protein) yang mengandung besi dalam bentuk heme, yang merupakan tempat terikatnya molekul-molekul oksigen. Darah manusia berwarna merah, mulai merah terang ketika kaya oksigen sampai merah tua jika kekurangan oksigen.

Tersusun dari plasma darah dan sel-sel darah, Sel-sel darah ini kemudian dibagi menjadi tiga jenis, yakni sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit.

Secara keseluruhan, komponen darah manusia memiliki empat macam, yaitu plasma darah, sel darah merah, sel darah putih, serta trombosit.

Fungsi darah adalah mengirimkan zat-zat dan oksigen yang diperlukan oleh jaringan tubuh, mengangkut bahan-bahan kimia hasil metabolisme, dan juga sebagai pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri.

Darah mengangkut sisa metabolisme, obat-obatan dan bahan kimia asing menuju hati untuk diuraikan dan dibawa ke ginjal untuk dibuang sebagai urine (air seni).

1. Plasma darah

Plasma darah merupakan komponen darah berbentuk cairan. Plasma darah mengisi sekitar 55-60 % dari volume darah dalam tubuh.

Plasma darah tersusun dari Air: 91%, Protein: 8% (Albumin, globulin, protrombin dan fibrinogen), Mineral: 0.9% (natrium klorida, natrium bikarbonat, garam dari kalsium, fosfor, kalium dan zat besi, nitrogen, dll) dan 1.1% Garam.

Tugas utama plasma darah adalah mengangkut sel-sel darah, untuk kemudian diedarkan ke seluruh tubuh bersama nutrisi, hasil limbah tubuh, antibodi, protein pembeku, serta bahan kimia seperti hormon dan protein yang menjaga keseimbangan cairan tubuh.

Protein pembeku yang dibawa oleh plasma, nantinya akan bekerja bersama trombosit untuk mempercepat proses pembekuan darah.

Baca Juga : Tentang Darah Tinggi

Selain mengedarkan berbagai bahan penting, plasma darah memiliki fungsi untuk menyeimbangkan volume darah serta kadar elektrolit (garam), termasuk natrium, kalsium, kalium, magnesium, klorida dan bikarbonat.

2. Sel darah

Sel darah mengisi sisanya yakni kurang lebih sekitar 40-45 %. Terutama, yang terdiri atas sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit.

A. Sel darah merah (eritrosit sekitar 99%)

Eritrosit tidak mempunyai nukleus sel ataupun organela, dan tidak dianggap sebagai sel dari segi biologi. Eritrosit mengandung hemoglobin dan mengedarkan oksigen. Sel darah merah juga berperan dalam penentuan golongan darah. Kekurangan eritrosit akan mengakibatkan penyakit anemia.

Sel darah merah terkenal berwarna merah pekat dengan jumlah sel yang cukup melimpah di dalam darah. Berbentuk bulat yang dilengkapi dengan cekungan (bikonkaf) di bagian tengahnya. Salah satu keunikan sel darah merah, yakni dilengkapi dengan protein khusus yang disebut hemoglobin yang memberikan warna merah

Hemoglobin bertugas dalam membantu sel darah merah untuk membawa oksigen dari paru untuk diedarkan ke seluruh tubuh, serta mengangkut kembali karbon dioksida dari seluruh tubuh ke paru untuk dikeluarkan. Persentase volume darah keseluruhan yang terdiri dari sel darah merah disebut hematokrit.

Keunikan sel darah merah yaitu tidak memiliki nukleus (inti) sehingga mampu berubah bentuk dengan mudah. Hal ini membantu sel darah merah menyesuaikan diri saat melewati berbagai pembuluh darah dalam tubuh.

Umumnya masa hidup sel darah merah mampu bertahan sekitar 4 bulan atau 120 hari. Selama masa itu, tubuh akan secara teratur mengganti dan memproduksi sel darah merah baru.

B. Sel darah putih (leukosit sekitar 0,2%)

Dibandingkan dengan sel darah merah, sel darah putih memiliki jumlah yang jauh lebih sedikit. Sel darah putih berguna melawan infeksi virus, bakteri, jamur, yang memicu perkembangan penyakit. Pasalnya, sel darah putih memproduksi antibodi yang membantu memerangi zat asing tersebut.

Sel darah putih diproduksi oleh sumsum tulang dengan berbagai jenis berbeda, seperti neutrofil, limfosit, monoctyes, eosinofil, dan basofil. Semuanya memiliki tugas yang sama untuk menjaga sistem kekebalan tubuh.

Leukosit bertanggung jawab terhadap sistem imun tubuh dan bertugas untuk memusnahkan benda yang dianggap asing dan berbahaya bagi tubuh (virus atau bakteri). Leukosit bersifat amuboid (bentuk yang tidak tetap).

Kelebihan leukosit mengalami penyakit leukimia, sedangkan kekurangan leukosit menderita penyakit leukopenia.

3. Trombosit (keping darah sekitar 0,6 – 1,0%)

Trombosit bertanggung jawab dalam proses pembekuan darah (koagulasi). Trombosit sebenarnya bukan sel, melainkan sebuah fragmen sel berukuran kecil.

Tepatnya, trombosit akan membentuk sumbatan bersama benang fibrin guna menghentikan perdarahan, sekaligus merangsang pertumbuhan jaringan baru di area luka.

Jumlah trombosit normal dalam darah antara 150.000 – 400.000 trombosit per mikro liter darah. Jika jumlah trombosit lebih tinggi dari kisaran normal, dapat mengakibatkan pembekuan darah yang tidak diperlukan malah menimbulkan penyakit stroke dan serangan jantung.

Sementara, jika kekurangan jumlah trombosit dalam darah, maka mengakibatkan perdarahan hebat karena darah sulit membeku.

Kepercayaan Mengenai Darah

  • Umat Kristen percaya bahwa anggur upacara Ekaristi melambangkan darah Yesus Kristus yang ditumpahkan untuk menebus dosa manusia.
  • Vampir adalah makhluk fiksi yang dipercayai terus hidup dengan menghisap darah orang yang masih hidup.
  • Agama Islam melarang penganutnya memakan/meminum darah.
  • Teori Abad Pertengahan salah satu dari empat unsur badan, darah dikaitkan dengan unsur api dan riang dan pelahap yang dikenali sebagai mempunyai perwatakan “berdarah”.

 

Referensi artikel tentang darah

Wikipedia darah
hellosehat.com – Macam Komponen Darah Manusia dan Fungsinya