Segudang Manfaat Kandungan Antioksidan Flavonoid

0
20

Selamat datang di blog brosehat kali ini saya ingin membahas segala hal yang berhubungan dengan Flavonoid dan manfaatnya untuk tubuh , mari disimak

Manfaat Kandungan Antioksidan Flavonoid

Apakah itu Flavonoid ?

Flavonoid adalah senyawa yang terdiri dari 15 atom karbon yang umumnya tersebar di dunia tumbuhan. Lebih dari 2000 flavonoid yang berasal dari tumbuhan telah diidentifikasi, namun ada tiga kelompok yang umum dipelajari, yaitu antosianin, flavonol, dan flavon.

Manfaat dan Risiko Flavonoid untuk Anda

Radikal bebas dapat menyebabkan kerusakan inilah yang kemudian dapat memicu timbulnya berbagai penyakit. Mulai dari radang sendi, penyakit jantung, aterosklerosis (penyempitan dan penebalan arteri karena penumpukan lemak, kolesterol dan zat lain mengakibatkan plak pada dinding arteri), stroke, hipertensi, tukak lambung, penyakit Alzheimer, penyakit Parkinson, kanker, sampai menyebabkan penuaan dini. Antioksidan bekerja menetralisir sifat perusak dari radikal bebas sehingga mencegah penyakit-penyakit tersebut.

Bioflavonoid atau flavonoid ternyata memiliki beragam manfaat yang luar biasa untuk tubuh Anda. Beberapa manfaat tersebut, di antaranya:
Membantu tubuh menyerap vitamin C  dan antioksidan yang sangat baik untuk tubuh.
Mencegah dan mengobati alergi, infeksi virus, arthritis, dan kondisi peradangan tertentu.
Regenerasi sel yang rusak akibat radikal bebas.
Meningkatkan suasana hati akibat gangguan mood, mudah marah hingga depresi.
Konsumsi flavonoid dapat menurunkan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular,
Studi mengenai manfaat flavonoid mayoritas masih terbatas pada studi terhadap hewan. Data

dari penelitian menunjukkan bahwa suplemen flavonoid kemungkinan dapat mengurangi risiko terkena kanker, penyakit jantung, asma, dan juga stroke. Tetapi data ini masih perlu didukung lagi dengan penelitian lebih lanjut pada manusia.

Risiko senyawa flavonoid, yaitu : 

  • Kandungan senyawa flavonoid  dapat bereaksi dengan beberapa jenis obat yang diresepkan oleh dokter, hal ini bisa berakibat fatal bagi kesehatan. Misalnya, flavonoid naringenin pada jeruk bali, terbukti dapat mengganggu kinerja obat. 
  • Konsumsi sayuran dan buah-buahan yang mengandung nutrisi lainnya yang baik untuk tubuh Anda, seperti vitamin, mineral, dan juga serat. Jangan hanya mengonsumsi suplemen yang mengandung flavonoid saja.
  • Suplemen yang mengandung flavonoid mungkin memiliki dosis kandungan flavonoid yang lebih tinggi dibandingkan flavonoid yang terkandung di dalam sayuran dan buah-buahan. Lebih baik memperoleh flavonoid dengan memakan buah dan sayuran secara langsung. 
  • Manfaat flavonoid akan lebih besar pengaruhnya jika dikonsumsi dalam bentuk alaminya, bukan dikonsumsi dalam bentuk suplemen. Belum ada cukup bukti medis kuat yang dapat mendukung bahwa suplemen flavonoid terbukti bermanfaat.
  • Tidak dianjurkan konsumsi suplemen flavonoid berlebihan. Flavonoid dalam dosis tinggi yang masuk ke dalam tubuh cenderung berbahaya dan berisiko. Senyawa flavonoid juga dapat menembus plasenta sehingga zat ini berpotensi memberi dampak pada janin. Pastikan selalu mengikuti dosis dan aturan pakai dalam mengonsumsi suplemen flavonoid.

Sumber Makanan yang Mengandung Flavonoid

Buah dan sayuran merupakan sumber makanan kaya flavonoid yang baik untuk kesehatan. Lantas, sumber makanan apa saja yang banyak mengandung senyawa flavonoid?

Cokelat
Seperti teh hijau, cokelat atau cocoa juga mengandung flavonoid yang dibutuhkan oleh    tubuh. Cocoa diduga dapat membantu Anda dalam meningkatkan kolesterol baik dalam tubuh dan menurunkan jumlah kolesterol jahat. Hal ini terutama pada mereka yang berusia dibawah 50 tahun.
Kandungan flavonoid di dalam cocoa juga dipercaya bagus untuk kesehatan pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah dalam tubuh. Namun sebaiknya batasi konsumsi cokelat, khususnya yang telah diolah dengan tambahan susu dan gula.

Stroberi
Stroberi ( dikenal dengan nama arbei, diambil dari bahasa Belanda aardbei). Stroberi termasuk salah satu buah dengan sumber antioksidan alami. Antioksidan dalam buah stroberi termasuk vitamin C dan senyawa fenolik, seperti asam fenolik dan flavonoid. Flavonoid yang terkandung di dalam stroberi adalah antosianin. Kandungan ini dapat membantu tubuh dalam menurunkan risiko serangan jantung koroner.

Rosella
Ekstrak rosella dipercaya baik untuk mengobati kolesterol tinggi, hipertensi, dan diabetes tipe 2. Akan tetapi, penggunaan herbal ini sebagai pengobatan masih perlu diteliti lebih lanjut karena belum terdapat studi yang memadai pada manusia untuk menilai keamanan, dosis efektif, dan efek sampingnya bagi kesehatan.

Apel
Di dalam buah apel terkandung flavonoid yang bernama quercetin. Quercetin dapat mencegah serangan jantung, katarak, mengatasi asma sekaligus mempercepat penyembuhan pemulihan kenaikan asam lambung anda. Sayangnya, penelitian ini masih terbatas pada hewan. Efek senyawa quercetin terhadap kesehatan jantung pada manusia masih belum diteliti dan diperlukan studi lebih lanjut.

Kacang kedelai
Sumber flavonoid paling tinggi terdapat pada kacang kedelai. Beberapa penelitian menyatakan bahwa kacang kedelai diduga bermanfaat mencegah kanker payudara, membantu menurunkan kadar gula darah tinggi penderita diabetes, mengurangi kolesterol, dan membantu meredakan gejala menopause (Namun manfaat flavonoid yang satu ini masih perlu diteliti lebih lanjut). 
Selain beberapa jenis sumber flavonoid di atas, sumber flavonoid lainnya antara lain, blueberry, ceri, rasberi, kismis hitam. Flavonoid juga banyak ditemukan pada sumber makanan atau minuman  seperti teh hijau, jeruk, pare, rempah, dan biji-bijian.

Referensi :
Wikipedia Flavonoid
Alodokter
Ini Fakta Flavonoid yang Perlu Anda Ketahui
Hellosehat.com
Manfaat Flavonoid, Antioksidan Penangkal Segudang Penyakit Kronis