Penyebab dan Kiat Sehat Mengendalikan Hipertensi

0
10

penyebab hipertensi dan cara menyembuhkannya

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi saat tekanan darah berada pada nilai 130/80 mmHg atau lebih.

Baca Juga : Mengenal Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)

Kondisi ini dapat menjadi berbahaya, karena jantung dipaksa memompa darah lebih keras ke seluruh tubuh, hingga bisa mengakibatkan timbulnya berbagai penyakit, seperti gagal ginjal, stroke, dan gagal jantung.

Penyebab dan Faktor Risiko Hipertensi

Hipertensi seringkali tidak diketahui penyebabnya. Tetapi, ada beberapa kondisi tertentu dapat memicu tekanan darah tinggi, di antaranya:
1) Kehamilan
2) Kecanduan alkohol
3) Penyalahgunaan NAPZA
4) Gangguan ginjal
5) Gangguan pernapasan saat tidur.

Ada beberapa faktor utama yang meningkatkan risiko seseorang mengalami hipertensi, seperti:
1) Lanjut usia
2) Memiliki keluarga yang menderita hipertensi
3) Memiliki kebiasaan merokok
4) Jarang berolahraga.

Selain itu, anda juga menghindari stres, karena menyebabkan masalah emosional, psikologis sampai fisik, termasuk penyakit jantung koroner dan hipertensi. Penting menangani stres untuk menghindari hipertensi.

Beberapa pasien hipertensi diharuskan mengonsumsi obat penurun tekanan darah seumur hidupnya. Oleh karena itu, penting untuk melakukan langkah pencegahan sedini mungkin, terutama bila Anda memiliki faktor risiko hipertensi.

Pencegahan Hipertensi

Cara terbaik pencegahan hipertensi adalah dengan pola hidup sehat. Pola hidup sehat, dapat membantu menjaga tekanan darah dalam tetap stabil dan menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Baca Juga : Mengenal Lebih Dekat Hipertensi Serta Kiat Mengobatinya

Menjalani Gaya hidup sehat sama halnya mengobati hipertensi, di antaranya:

  • Konsumsi makanan sehat
  • Menjaga berat badan ideal.
  • Berolahraga.
  • Tidak merokok.
  • Hindari konsumsi alkohol

Penerapan gaya hidup sehat akan memberikan dampak positif yang signifikan pada tekanan darah. Beberapa penderita penyakit hipertensi bahkan tidak perlu mengonsumsi obat-obatan karena berhasil menerapkan perubahan gaya hidup untuk menormalkan tekanan darah.

Fakta Kebiasaan Buruk Penyebab Penyakit Hipertensi

Merokok satu batang saja dapat menyebabkan lonjakan langsung dalam tekanan darah dan dapat meningkatkan kadar tekanan darah sistolik sebanyak 4 mmHG.

Nikotin dalam produk tembakau memacu sistem saraf untuk melepaskan zat kimia yang dapat menyempitkan pembuluh darah dan berkontribusi terhadap tekanan darah tinggi.

Kebanyakan makan makanan asin, yang mengandung natrium (makanan olahan, makanan kalengan, fast food), dan makanan atau minuman yang mengandung pemanis buatan juga dapat meningkatkan kolesterol dan/atau tekanan darah tinggi.

Tekanan darah tinggi juga bisa muncul sebagai efek samping obat gagal ginjal dan perawatan penyakit jantung. Kondisi ini disebut hipertensi sekunder.

Pil KB atau obat flu yang dijual di toko obat juga bisa menyebabkan tekanan darah tinggi. Wanita hamil atau yang menggunakan terapi pengganti hormon mungkin juga mengalami tekanan darah tinggi.

Tekanan darah tinggi karena obat mungkin menjadi normal setelah berhenti minum obat, tapi dalam beberapa kasus, tekanan darah masih meningkat selama beberapa minggu setelah menghentikan penggunaan obat. Anda harus bertanya kepada dokter jika tekanan darah abnormal terus terjadi.

Anak di bawah 10 tahun sering kali mengalami tekanan darah tinggi karena penyakit lain, misalnya penyakit ginjal. Dalam kasus tersebut, tekanan darah anak akan kembali normal setelah mengonsumsi obat darah tinggi.

Menurut Riset Kesehatan Dasar 2013, lebih dari 25% penduduk Indonesia yang berusia di atas 18 tahun menderita tekanan darah tinggi maupun prehipertensi.

Sebagian besar kasus tekanan darah tinggi pada remaja diklasifikasikan sebagai hipertensi primer. Seperti orang dewasa, penyebab hipertensi primer tidak sepenuhnya dipahami.

Beberapa remaja tampak mewarisi kecenderungan terkena tekanan darah tinggi dari orangtua mereka, sementara yang lain menjadi korban gaya hidup buruk,

yang mengakibatkan obesitas dan bentuk tubuh tidak ideal yang istilahnya disebut dokter sebagai “menurunnya kebugaran kardiovaskular”.

Kiat sehat untuk mengatasi penyakit Hipertensi

Penurunan tekanan darah hingga 2 mmHg mengurangi 7 % risiko kematian akibat serangan jantung dan 10% risiko kematian akibat stroke.

Di sisi lain, gejala hipertensi tak melulu harus ditangani dengan obat-obatan medis. Di samping konsumsi obat-obatan, Anda juga harus melakukan perubahan gaya hidup sehat.

  • Diet seimbang dan rendah garam
  • Olahraga teratur
  • Tidak merokok dan tidak minum alkohol
  • Berusaha menurunkan berat badan jika Anda mengalami obesitas

Berbagai cara yang sudah disebutkan di atas banyak membantu menurunkan tekanan darah agar tekanan darah normal selalu —

sekaligus menekan risiko Anda terhadap komplikasi risiko penyakit lain akibat hipertensi, seperti penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal.Itu artinya, mengelola tekanan darah adalah komitmen seumur hidup.

Anda juga bisa melakukan pengobatan hipertensi secara alami. Beberapa pengobatan alami yang bisa Anda coba untuk mengatasi hipertensi adalah belajar teknik bernapas yang benar dan relaksasi otot.

Kedua hal tersebut dapat membantu menghilangkan stres yang mungkin muncul sebagai efek samping dari hipertensi. Semakin bertambah tua, tindakan pencegahan menjadi lebih penting. Tekanan sistolik biasanya akan pelan-pelan naik setelah Anda mencapai usia 50 tahun.

Memang terbukti bahwa kombinasi resep obat dan perubahan gaya hidup sehat dapat membantu Anda mencegah mengalami peningkatan tekanan darah. Namun, Anda juga harus rutin memeriksakan tekanan darah secara berkala dan mengikuti rencana perawatan dokter untuk dapat mengawasi dan mengendalikan kondisi kesehatan Anda.

Referensi artikel hipertensi

https://hellosehat.com/ – Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi)
Wikipedia – Tekanan Darah Tinggi