Pengobatan Herbal bagi Penderita Kanker & Mitos yang salah tentang Kanker

0
33

Menurut WHO (World Health Organization) kanker merupakan pembunuh nomor 1 di dunia.

Pengobatan Herbal bagi Penderita Kanker & Mitos yang salah tentang Kanker

Banyak penderita kanker memilih melakukan pengobatan alternatif untuk mengobati penyakitnya. Alasannya harganya lebih terjangkau dan mudah dilakukan, obat herbal difavoritkan ketimbang obat-obatan kimia karena dianggap menggunakan bahan alami sehingga lebih aman dari komplikasi dan efek samping.

Tanaman herbal apa saja yang berkhasiat untuk pengobatan kanker?

Prof. I Ketut Adnyana, M.Si., Ph.D, menyebutkan ada 10 tanaman yang berpotensi sebagai penyembuh kanker

10 tanaman herbal adalah Tapak Dara (Vinca rosea), Taxol (Taxus sp), Lempuyang Wangi (Zingiber zerumbet), Temu Kunci (Boesenbergia pandurata), Melinjo/Tangkil (Gnetum gnemon), Daun Sirsak (Annona muricata), Bawang Tiwai (Eleuthrine americana), Keladi Tikus, biji dari buah Anggur, dan Propolis (dari lebah madu).

Salah satu yang sudah banyak digunakan adalah daun sirsak. Daun sirsak dapat mengobati kanker darah karena memiliki kandungan antioksidan acetogenins. Acetogenins memiliki kekuatan 10.000 kali lebih kuat untuk melawan sel-sel kanker dibandingkan dengan kemoterapi. Selain itu, acetogenins pun bersifat selektif, dimana hanya sel jahat yang merugikan tubuh saja yang diberantas, sedangkan sel yang masih bermanfaat bagi tubuh tetap dipertahankan, sehingga tidak memiliki efek samping apapun, berbeda halnya dengan kemoterapi yang menyebabkan rambut rontok, mual, dan berat badan menurun drastis.

Kulit manggis bermanfaat mengobati kanker darah secara alami karena mengandung senyawa antioksidan Xanthone tinggi. Xanthone yang terkandung berperan sebagai anti kanker dan anti tumor, dimana xanthone dalam kulit manggis ini bersifat anti proliferasi (menghambat pertumbuhan sel kanker) sekaligus bersifat apoptosis (membuat sel kanker melakukan penghancuran selnya sendiri).

Apakah manfaat penggunaan obat herbal bagi penderita kanker?

Penelitian  American Journal of Cancer Prevention, dilaporkan bahwa kandungan zat annonaceous acetogenins yang terdapat dalam daun sirsak dapat menghambat perkembangan sel kanker.
Penelitian University of Nebraska Medical Center, Tim periset menemukan bahwa daun sirsak (graviola) dapat membantu menghambat pertumbuhan hingga mematikan sel kanker pankreas.
Dalam penelitian disebutkan daun sirsak mempunyai zat anti radang dan antibakteri. Kedua sifat ini dilaporkan dapat membantu meringankan efek samping kemoterapi dan pengobatan kanker lainnya.

Apakah ada efek samping penggunaan obat herbal bagi tubuh penderita kanker?

Walaupun bermanfaat hindari mengonsumsi suplemen daun sirsak ketika menjalani kemoterapi
sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter.

Temuan-temuan para peneliti masih bersifat dugaan awal karena dibuat hanya berdasarkan uji kultur sel kanker di laboratorium. Belum ada penelitian yang menerapkan percobaannya pada pasien kanker yang sedang menjalani pengobatan. Oleh karena itu, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menguatkan teori manfaat ini.

Jika memang kebetulan minum suplemen herbal di saat yang bersamaan sedang menjalani kemoterapi konvensional, efek obat tambahan dari daun sirsak dicurigai  berinteraksi dengan obat medis dan meningkatkan risiko toksisitas pada organ tubuh. Bahkan ada penelitian kecil menunjukkan ekstrak graviola dapat menimbulkan risiko kerusakan sistem saraf.

Lantas, amankah penggunaan obat herbal sebagai alternatif selain pengobatan medis ?

Tidak juga, obat herbal bukanlah pilihan pengobatan kanker utama. Pengobatan alternatif, apapun bentuknya, bukan untuk menggantikan pengobatan dan atau terapi medis dari dokter,  hanya sebagai tambahan(pelengkap). Artinya, terapi penyembuhan kanker yang ideal dianjurkan tetap mengutamakan pengobatan medis.

Mitos apa saja seputar kanker yang salah ?

Union for International Cancer Control (UICC), sebanyak 21,7 juta orang mengidap kanker secara langsung. Mayoritas pengidap baru terdeteksi kanker ketika sudah memasuki stadium lanjut, dan lebih buruk lagi karena masyarakat lebih percaya mitos.

Prof. DR. dr. Aru W. Sudoyo, SpPD, KHOM Dokter Onkologi sekaligus Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia menuturkan, masalah utama  pengobatan kanker adalah kurangnya pengetahuan masyarakat. Ditambah, kesadaran masyarakat untuk melakukan perilaku hidup sehat dan deteksi dini kanker pun masih minim. Ironisnya, penyakit kanker baru diketahui setelah memasuki stadium akhir.

1.Penderita kanker = karena keturunan

Dengan riwayat keluarga yang pernah menderita kanker, tidak lantas membuat anda mengalami hal serupa. Adanya riwayat kanker pada keluarga hanya membuat anda berisiko tinggi untuk mengalaminya.

Faktanya, sekitar 5% – 10% dari kanker yang diturunkan dari orang tua kepada anaknya. Penyebab kanker disebabkan oleh perubahan genetik yang terjadi sepanjang hidup seseorang dipicu gaya hidup tidak sehat, seperti merokok, paparan polusi, atau diet tidak sehat.

2.Kanker diciptakan oleh manusia =  penyakit modern.

Catatan medis di Mesir dan Yunani menemukan tanda-tanda kanker pada kerangka manusia sejak 3000 tahun silam. Membuktikan kanker bukanlah penyakit modern dan buatan manusia. Satu dari enam kanker yang diidap karena virus dan bakteri.

3.Konsumsi gula + makanan berlemak = kanker

Sebenarnya konsumsi gula dan lemak berlebih akan meningkatkan risiko obesitas dan diabetes; Lemak yang memadat tidak menyebabkan kanker, yang buruk adalah lemak berlebih pada tubuh kita sendiri yang banyak diakibatkan oleh karbohidrat dan gula yang berlebihan.Hal inilah yang nantinya akan meningkatkan risiko kanker dan masalah kesehatan lainnya.

Tiga komponen utama  hidup sehat yaitu: 

  • Menjaga berat badan yang ideal
  • Olah raga teratur.
  • Diet atau makan makanan menu sehat. Makanan menu sehat dapat menurunkan risiko kanker hingga 35%.

4.Pengobatan kanker = lebih menyakitkan dari penyakit kanker

Karena termasuk perawatan serius (kemoterapi, radioterapi dan bedah) memang memiliki efek samping terasa sangat kuat (seperti mual dan muntah, rambut rontok, dan kerusakan jaringan), karena pengobatan mematikan sel kanker dapat mengganggu fungsi beberapa sel sehat.

Terdapat perawatan paliatif(yang merupakan bagian dari perawatan kanker) membantu pasien merasa lebih nyaman pada setiap tahapan penyakit. Perawatan paliatif ini pada akhirnya juga dapat meringankan efek samping, dan membuat kualitas hidup penderita kanker lebih baik.

Referensi
https://www.itb.ac.id
Hellosehat.com – 8 Anggapan Tentang Kanker yang Sebenarnya Salah Besar
Penyembuhan Tradisional Penyakit Kanker Darah – doktersehat.com
Nationalgeographic.co.id