Mengenal Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)

0
32

Pengertian Hipertensi

Hipertensi (tekanan darah tinggi) adalah kondisi ketika tekanan darah lebih tinggi dari 140/90 milimeter merkuri (mmHg). Angka 140 mmHg mengacu pada Sistolik, ketika jantung memompa darah ke seluruh tubuh dan angka 90 mmHg adalah Diastolik, ketika jantung dalam keadaan rileks sembari mengisi ulang bilik-biliknya dengan darah.

penjelasan hipertensi atau darah tinggi

Tekanan darah normal berkisar di angka 120/80 mmHg. Saat angka sistolik dan diastolik berada di kisaran ini, maka anda memiliki tekanan darah normal. Seseorang bisa disebut mengidap darah tinggi jika hasil pemeriksaan tekanan darah menunjukkan 140/90 mmHg. Tekanan darah yang terlalu tinggi akan mengganggu sirkulasi darah.

Namun begitu, memiliki tekanan darah normal bukan berarti juga bisa bersantai. Saat angka sistolik anda berada di antara 120-139, atau jika angka diastolik (angka bawah) berkisar di 80-89, ini artinya anda berpotensi “prehipertensi”.

Apabila hasil pemeriksaan tekanan darah berada di atas 180/110 mmHg, atau memiliki tekanan yang lebih tinggi anda berisiko menghadapi masalah kesehatan yang sangat serius, kondisi ini disebut krisis hipertensi. Dokter biasanya akan mengukur kembali setelah beberapa menit. Jika masih sama tingginya, penderita akan segera diberi obat darah tinggi darurat

Tekanan sistolik adalah tekanan maksimal karena jantung berkontraksi, sementara tekanan diastolik adalah tekanan terendah di antara kontraksi (jantung beristirahat).

Gejala Hipertensi

Tekanan darah itu artinya yakni kekuatan aliran darah dari jantung yang mendorong dinding pembuluh darah (arteri). Tekanan darah lebih tinggi dari biasanya (lebih dari 120/80 mm Hg). Kekuatan tekanan darah ini bisa berubah setiap waktu, dipengaruhi aktivitas tertentu yang sedang dilakukan jantung (misalnya sedang berolahraga, istirahat, keadaan normal) dan daya tahan pembuluh darahnya.

Penderita hipertensi biasanya tidak menunjukkan ciri apapun atau hanya mengalami gejala ringan. Namun secara umum, gejala hipertensi adalah:

Sakit kepala parah, Pusing, Penglihatan buram, Mual, Kehilangan orientasi, Detak jantung tak teratur, Kelelahan, Nyeri dada, Sulit bernapas, Darah pada urine, Sensasi berdetak di dada, leher, atau telinga berdeging.

Pertolongan pertama jika terjadi Hipertensi

Mimisan, sakit kepala, atau pusing adalah gejala awal hipertensi kambuh
Tetap tenang, jangan panik lalu carilah tempat yang tenang yang membuat rileks.
Kompres dengan air es (air dingin) pada dahi jika terjadi mimisan.

Segera konsumsi minuman dengan kadar kalium tinggi; jus buah seperti mangga, nanas ,delima atau jenis beri (misal : stroberi)

Jika sakit kepala parah muncul dibarengi dengan mimisan, ini merupakan tanda dan gejala krisis hipertensi, sebuah kondisi gawat darurat. Segera memeriksakan diri ke dokter agar dapat ditangani lebih lanjut

Seberapa Umum Penyakit Hipertensi

Karya dokter William Harvey (1578–1657) tentang Pemikiran modern sistem kardiovaskuler, disebutkan tentang sirkulasi darah pada bukunya yang berjudul De otu ordis(“Pergerakan Jantung dan Darah”).

Pada tahun 1733, Stephen Hales (Pendeta dari Inggris) membuat publikasi pertama mengenai pengukuran tekanan darah.

Tahun 1808, Thomas Young dan Tahun 1836 Richard Bright mendeskripsikan hipertensi sebagai suatu penyakit.

Frederick Akbar Mahomed (1849–1884) adalah orang yang pertama kali membuat laporan tentang tekanan darah yang meningkat pada seseorang tanpa adanya akibat penyakit ginjal.

Setelah penemuan sfigmomanometer tahun 1896, hipertensi menjadi sebuah entitas klinis baru menggunakan manset oleh Scipione Riva-Rocci pada 1896. Dengan penemuan ini, pengukuran tekanan darah dapat dilakukan di klinik.

Tahun 1905, Nikolai Korotkoff mengembangkan teknik dengan mendeskripsikan bunyi Korotkoff yang terdengar saat arteri diauskultasi dengan stetoskop pada saat manset sfigmomanometer dikempiskan.

World Health Organization telah mengidentifikasi hipertensi (tekanan darah tinggi), sebagai penyebab utama mortalitas kardiovaskuler. World Hypertension League (WHL),

menyatakan bahwa lebih dari 50% orang yang terkena hipertensi di seluruh dunia tidak menyadari kondisi mereka.

Selanjutnya WHL merintis kampanye hipertensi di seluruh dunia tanggal 17 Mei 2005 Hari Hipertensi Dunia (World Hypertension Day).

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebut secara global hipertensi mengalami peningkatan, banyak orang dewasa di seluruh dunia berpotensi mengidap hipertensi diprediksi meningkat hingga 29% tahun 2025.

Tak mau kalah, peningkatan penyakit hipertensi juga terjadi di Indonesia. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) milik Kemenkes RI 2013 menunjukkan bahwa 25,8 % penduduk Indonesia mengidap hipertensi.

Survei Indikator Kesehatan Nasional (Sirkesnas) menunjukkan angka hipertensi meningkat jadi 32,4%.Berarti ada peningkatan sekitar 7 % dari tahun-tahun sebelumnya. Angka ini mungkin bisa lebih tinggi karena banyak orang yang tidak menyadari mereka mengidap hipertensi.

Hipertensi adalah salah satu penyakit yang sering disebut dengan “pembunuh diam-diam” karena penyakit ini tidak menyebabkan gejala jangka panjang.

Namun, mungkin mengakibatkan komplikasi yang mengancam nyawa misalnya penyakit jantung.

Hipertensi dapat mengakibatkan komplikasi serius penyakit jantung koroner, gagal jantung, stroke, gagal ginjal, kebutaan, diabetes, dan penyakit berbahaya lainnya. Stroke (51%) dan Jantung Koroner (45%) merupakan penyebab kematian akibat hipertensi tertinggi di Indonesia.

Referensi Artikel Tentang Darah Tinggi

https://hellosehat.com/ – Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi)
Wikipedia – Tekanan Darah Tinggi