Mari Kita Mengenal Folat dan Asam Folat Lebih Dalam

0
13

Folat dan asam folat berasal dari bahasa latin folium (daun). Asam folat (bahasa Inggris: folic acid, folate, folacin, vitamin B9).

Folat dan Asam Folat

 

Apa perbedaan Folat dan Asam Folat ?

Folat dan asam folat adalah dua vitamin yang sering disalahartikan serupa, padahal sebenarnya tidak sama, termasuk cara pemenuhan asupan dan efeknya terhadap kesehatan.

Folat adalah bentuk alami vitamin B9 sedangkan Asam Folat merupakan bentuk sintetis vitamin B9 dalam bentuk suplemen, dan merupakan bahan tambahan pada makanan fortifikasi berlabel (5 methyl-tetrahydrofolate atau L-methylfolate).

Folat dan asam folat diserap dengan cara yang berbeda
Meskipun folat diperoleh dari makanan, tidak berarti asam folat pada suplemen merupakan bentuk sama dari folat. Folat berasal dari makanan dapat diserap dan dipecah pada mukosa usus halus, sedangkan asam folat sebagian besar diserap dan mengalami metilasi (dikatalis dengan enzim dihydrofolate reductase ) pada hati.

Sayangnya jenis enzim ini jumlah sedikit atau jarang ditemukan tubuh sehingga proses metabolisme cenderung lambat.

Segi metabolisme, folat diserap lebih efisien dibandingkan asam folat yang memicu penumpukan di dalam tubuh. Walaupun begitu, Konsumsi asam folat bersamaan dengan vitamin B Pyridoxine (B6) membuat proses pemecahan menjadi lebih efisien.

Sumber folat dan asam folat dari makanan

Umumnya, folat atau vitamin B9  diperoleh dari konsumsi makanan harian dengan jumlah sekitar 400 mcg per hari. Konsumsi vitamin B9 sangat diperlukan untuk perkembangan janin dalam kandungan, mencegah stunting (bertubuh pendek).

  • 4-8 tahun: 200 mcg dengan batas toleransi 400 mcg
  • 9-13 tahun: 300 mcg dengan batas toleransi 600 mcg
  • Remaja: Batas toleransi 800 mcg
  • Ibu hamil: 600 mcg

 

Jumlah kandungan asam folat dalam makanan

Untuk menghindari dampak kelebihan asam folat, yang paling baik adalah dengan mengambil asupan asam folat dari sumber makanan alami, bukan dalam bentuk sintetis seperti suplemen.

1. Hati Ayam : Kandungan asam folat di dalam hati ayam sebanyak 578 mcg dalam 100 gram hati ayam.

2. Bayam : Sayur ini memiliki kandungan asam folat sebanyak 194 mcg dalam satu cangkir.

3. Kuning Telur : Kuning telur memiliki kandungan asam folat sebanyak 145 mcg.

4. Kacang Tanah : Secangkir kacang tanah memiliki kandungan asam folat sebanyak 120 mcg.

5. Alpukat  : Dalam satu cangkir alpukat memiliki kandungan asam folat sebanyak 110 mcg.

6. Jagung : Satu cangkir jagung memiliki kandungan asam folat sebanyak 76 mcg.

7. Jeruk : Satu cangkir jeruk memiliki kandungan asam folat sebanyak 74 mcg.

8. Brokoli : Satu cangkir sayur brokoli memiliki kandungan asam folat sebanyak 63 mcg.

9. Roti gandum : Roti yang terbuat dari gandum memiliki kandungan asam folat sebanyak 65 mcg.

10. Kubis : Satu cangkir sayur kubis ini memiliki kandungan asam folat sebanyak 43 mcg.

11. Kacang hijau : Satu cangkir kacang hijau mengandung 42 mcg asam folat.

12. Pepaya : Buah pepaya memiliki kandungan asam folat sebanyak 38 mcg.

13. Seledri : Satu cangkir seledri memiliki kandungan asam folat sebanyak 35 mcg.

Efek kekurangan konsumsi vitamin B9 (folat dan asam folat)

Meskipun jarang, terdapat peluang orang dewasa mengalami defisiensi folat dan berkaitan dengan beberapa masalah kesehatan, di antaranya:

Anemia, Diare, Sariawan, Malabsorbsi nutrisi, Lemas atau kelelahan, Kulit pucat ,Perubahan warna rambut menjadi keabu-abuan, Pembengkakan lidah (glossitis)

Peningkatan asam amino homosistein yang dapat berdampak terhadap kesehatan sistem kardiovaskuler

Efek kelebihan konsumsi asam folat

Tingginya asam folat dalam darah akan menyulitkan deteksi dini defisiensi vitamin B12 dengan metode pemeriksaan darah. Dalam suatu studi Dr E H Reynolds dari Institute of Epileptology, penumpukan asam folat dapat mempengaruhi kerja saraf dan fungsi kognitif.

Penumpukan asam folat yang tidak dapat dimetabolisme dalam waktu yang lama dapat menimbulkan masalah kesehatan sistemik, salah satunya mempercepat perkembangan kanker. (memiliki korelasi dengan peningkatan lesi kanker pada penderita kanker kolorektal).

  • Terasa seperti rasa logam di mulut.
  • Mudah tersinggung atau hiperaktif.
  • Gejala mati rasa.
  • Gangguan fokus serta susah tidur
  • Jika vitamin B12 secara terus-menerus tidak terserap, maka tubuh akan memberikan gejala mati rasa dengan gejala awal sering kesemutan.
  • Jika kandungan asam folat meningkat di dalam darah dan penyerapannya tinggi ke dalam tubuh, maka dapat memicu peningkatan tekanan darah atau hipertensi.
  • Penelitian terhadap 1391 Ibu-anak di Boston Birth Cohort selama 1998 – 2013 menunjukkan bahwa ibu hamil dengan kadar asam folat tinggi memiliki kemungkinan dua kali lebih besar melahirkan anak dengan autisme, dibandingkan dengan ibu yang memiliki kadar asam folat normal.

 

Referensi :

Wikipedia
Klik Dokter

Informasi Kesehatan dan Tips Kesehatan


Folat dan Asam Folat, Apa Bedanya? Mana yang Lebih Sehat?