Kenali Penyebab, Jenis Jerawat dan Cara Mengobatinya ala Dermatologist (Part 1)

0
21

Setiap jenis jerawat memiliki cara pengobatan berbeda. Selain mengganggu penampilan, jerawat bisa mengurangi rasa percaya diri. Apa saja jenis jerawat dan cara ampuh mengobatinya? Berikut ulasannya dibawah ini :

Kenali Penyebab, Jenis Jerawat dan Cara Mengobatinya ala Dermatologist

1. Whitehead (Komedo Putih)
Dokter kulit Joel Schlessinger, MD mengatakan, whitehead terjadi ketika pori-pori tersumbat dengan sel kulit mati atau kotoran dan tertutup oleh lapisan kulit diatasnya. Bentuknya menyerupai gumpalan bulat putih pada kulit.

Whitehead (Komedo Putih)disebabkan oleh beragam jenis faktor seperti disebabkan oleh produksi minyak berlebih di kulit (sebum), sel kulit mati, dan pengaruh hormon.
Rata-rata whitehead secara alami sembuh dengan sendirinya dalam kurun waktu satu minggu. Jika jerawat ini tak kunjung sembuh, Joel Schlessinger merekomendasikan untuk mencuci wajah 2 kali sehari di pagi dan malam hari dengan skin care  yang mengandung salisilat dan asam glikolat.

2. Blackhead (Komedo Hitam)
Serupa whitehead, Joel Schlessinger, MD menjelaskan blackhead disebabkan oleh pori-pori tersumbat dan produksi minyak berlebih dikarenakan perubahan hormon.
Blackhead (Komedo Hitam) mayoritas menyebar di area hidung. Joel Schlessinger mengatakan berbedaan keduanya yakni, “Ketika whiteheads muncul dari lapisan kulit yang menutupi pori-pori, Blackhead ada karena dibiarkan terbuka dan terkena udara, yang menyebabkan terlihat hitam,” ujarnya

“Melakukan ekstraksi dengan bantuan alat ekstraktor dapat digunakan untuk menghilangkan sumbat yang menyebabkan komedo, dan mencegah jaringan parut.
Menurut Joel Schlessinger, dia merekomendasikan penggunaan retinol (retinoid) yang ada di apotek.
Retinol (Retinoid) akan membantu regenerasi sel kulit mati sekaligus mencegah penyumbatan pori-pori dan minyak berlebih.Joel Schlessinger tetap menyarankan untuk melakukan perawatan kulit pada dokter kulit yang ahli dan profesional untuk menghindari penyebaran bakteri.

3. Papula
Papula adalah benjolan kecil berwarna merah di kulit dan sering muncul berkelompok dengan sensasi rasa menyakitkan. Papula bisa diobati dengan obat-obatan seperti antibiotik atau perawatan topikal seperti tretinoin. Retinol juga bisa digunakan untuk mengobati papula.

4. Pustula
Pustula berupa benjolan yang berisi cairan (nanah) pada kulit akibat dari infeksi bakteri di pori-pori. Menurut Joel Schlessinger, “Pustula yang berukuran lebih kecil akan berkurang secara alami dan diobati dengan produk dengan kandungan asam salisilat, Jika kulit anda sering mengalami pustula (menetap atau dalam jumlah besar), lakukan secara rutin perawatan jerawat, kombinasikan antibiotik oral (tablet atau kapsul) dan topikal (krim atau salep).

5. Nodula
Menyerupai jerawat kistik, nodula adalah bentuk jerawat kronis (parah) dan membutuhkan penanganan dokter kulit. Jerawat Nodula memiliki warna yang  sama dengan kulit dan dapat berubah menjadi merah saat mengalami peradangan.

Menurut Joel Schlessinger, “Jerawat nodula bisa bertahan berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan jika tidak ditangani secara tepat, direkomendasikan penggunaan antibiotik dan perawatan topikal dengan resep dokter kulit ” kata Schlessinger.

6. Jerawat Kistik (Jerawat Cystic)
Jerawat Kistik biasanya terdapat jauh di bawah permukaan kulit dan terasa sangat menyakitkan. Jerawat Kistik biasanya disebabkan perubahan hormon dan terjadi terutama saat remaja atau di semua rentang usia.

“Biasanya kombinasi antibiotik dan perawatan topikal dengan resep dokter bekerja dengan sangat baik, jika ini tidak berhasil, isotretinoin dapat digunakan untuk jerawat cystic yang membandel,” kata Joel Schlessinger.