Kenali 3 Jenis Kanker Hematologi : Leukimia, Limfoma, dan Myeloma

0
28

Jenis kanker darah (Hematologi)

Kenali 3 Jenis Kanker Hematologi : Leukimia, Limfoma, dan Myeloma

Kanker Hematologi adalah istilah dunia medis untuk penyebutan kanker darah. Terdapat 3 jenis kanker hematologi :

1. Leukimia

Leukimia adalah jenis kanker darah yang menyerang sumsum tulang sehingga tidak lagi maksimal memproduksi cukup sel darah putih (leukosit).

Sel kanker leukimia juga merusak dan menghancurkan leukosit yang berada dalam tubuh. Sehingga seseorang pengidap leukemia, tubuhnya menjadi sangat rentan terkena infeksi dan peradangan.

Kanker leukimia dibedakan menjadi dua jenis berdasarkan kecepatan perkembangannya dan jenis kerusakan sel darah putih baik secara akut dan kronis.

Gejala leukimia juga termasuk cukup sulit untuk dideteksi karena jenis kanker darah ini tidak memunculkan ciri yang khas. Lantas, anda perlu waspada jika mengalami gejala ini:

  • Anemia
  • Sering perdarahan (memar, mimisan, atau gusi berdarah).
  • Mudah terinfeksi sehingga sering sakit
  • Nyeri sendi atau pada area tulang belakang
  • Nafsu makan dan berat badan menurun drastis
  • Berkeringat berlebih di malam hari

Pengobatan kanker darah leukimia, di antaranya:

1.Kemoterapi

Mayoritas kasus kanker ditangani dengan kemoterapi untuk membunuh sel kanker yang menggerogoti tubuh pasien. Sesuai tipe kanker, Anda bisa diberikan obat dosis tunggal atau beberapa jenis obat sekaligus. Bentuknya berupa obat minum atau disuntikkan lewat infus.

2.Terapi biologis

Terapi biologis berfungsi “merangsang” sistem imun tubuh Anda agar melawan sel kanker. Anda akan diberikan jenis obat-obatan khusus yang fungsinya menguatkan sistem imun. Begitu sistem imun “baru” Anda terbentuk dan lebih kuat, maka Anda akan lebih kuat memerangi sel kanker yang menggerogoti tubuh Anda.

3.Terapi target

Serupa dengan kemoterapi, terapi target menggunakan obat tambahan lainnya untuk membantu tubuh menyerang sel kanker, hanya saja bedanya terapi ini lebih spesifik menuju dibagian tubuh yang banyak terdapat sel kanker.

4.Terapi radiasi

Terapi radiasi menggunakan sinar berenergi tinggi, seperti sinar-X dan proton untuk merusak dan menghentikan pertumbuhan sel kanker.

Tergantung dari seberapa luas penyebaran sel leukimia dalam tubuh, mulai menerima radiasi di satu area tubuh tertentu atau di seluruh tubuh. Terapi ini biasanya menjadi salah satu syarat bagi anda yang ingin menjalani transplantasi sel induk.

5. Transplantasi sel induk

Transplantasi sel induk adalah prosedur untuk mengganti sumsum tulang yang terinfeksi sel leukimia dengan sumsum tulang yang sehat. Jenis pengobatan ini biasanya dilakukan untuk pasien kanker berusia di bawah 55 tahun.

Sebelum transplantasi dimulai, anda akan diberikan obat kemoterapi dosis tinggi atau terapi radiasi terlebih dahulu. Tujuannya untuk menghancurkan sumsum tulang yang telah terinfeksi sel kanker.

Sel induk yang digunakan umumnya berasal dari donor sumsum tulang belakang orang lain, namun pada beberapa kasus tertentu menggunakan sel induk pasiennya sendiri.

2. Limfoma

Limfoma adalah sejenis kanker darah dengan spesifik menyerang limfosit. Limfosit berperan di sistem kekebalan tubuh yang khusus memerangi infeksi, termasuk kelenjar getah bening, limpa, timus, sekaligus sumsum tulang.

Kanker darah limfoma terbagi menjadi dua kategori, yaitu: limfoma non-Hodgkins dan limfoma Hodgkins.

Limfoma termasuk kategori kanker darah yang jarang dijumpai. Namun, risiko untuk mengidapnya terutama pada pria berusia 60 tahun ke atas, mengidap obesitas atau daya tahan tubuh lemah disebabkan penyakit seperti rematik, lupus, HIV/AIDS, atau hepatitis C.

Risiko seseorang juga dapat meningkat jika ada riwayat kanker yang sama dalam silsilah keluarganya.

Gejala kanker limfoma yang umum adalah:

  • Adanya tonjolan di bawah kulit, selangkangan, leher, atau ketiak
  • Demam dan menggigil
  • Batuk yang tak kunjung sembuh dan membaik
  • Sesak napas dan nyeri dada
  • Gatal-gatal di seluruh tubuh
  • Keringat berlebih di malam hari
  • Sakit perut, punggung, atau nyeri tulang
  • Selalu merasa lemah, lesu, dan tidak bersemangat
  • Berat badan turun drastis tanpa alasan jelas
  • Nafsu makan menurun
  • Muncul darah dalam tinja atau muntah
  • Haid dengan volume darah yang berlebihan

Pengobatan kanker darah limfoma

Pada dasarnya, pengobatan kanker darah limfoma juga tak jauh berbeda dengan leukimia. Berikut penjelasannya.

1. Surveilans aktif

Pertumbuhan sel kanker limfoma cenderung sangat lambat. Sehingga, langkah pertama yang dilakukan adalah melakukan surveilans aktif. Berarti dokter akan menunggu dan memantau perkembangan dari pertumbuhan sel limfoma dalam tubuh Anda sampai menimbulkan gejala.

2. Kemoterapi

3. Terapi obat

Dokter akan memberikan obat-obatan tertentu selain obat kemoterapi yang lebih ampuh melawan sel kanker limfoma lebih spesifik. Obat imunoterapi digunakan untuk memacu sistem imun Anda dalam memerangi sel kanker.

4. Terapi radiasi

5. Transplantasi sumsum tulang

3. Myeloma

Myeloma (multiple myeloma) termasuk kanker darah yang terbentuk dari sel plasma ganas. Sel plasma berfungsi sebagai antibodi (menyerang dan membunuh kuman). Sel plasma normal terdapat dalam sumsum tulang sekaligus bagian sistem imun yang penting.

Beberapa gejala kanker darah myeloma antara lain :

  • Anemia
  • Sering mengalami perdarahan dan memar
  • Gangguan tulang dan kalsium sehingga menyebabkan tulang mudah patah
  • Rentan mengalami infeksi
  • Gangguan atau kerusakan ginjal
  • Kaki bengkak

Pengobatan kanker darah myeloma

Pengobatan kanker darah myeloma di antaranya:

1. Terapi target

Jenis obat yang sering digunakan pada terapi target meliputi bortezomib (Velcade), calfilzomib (Kyprolis), dan ixazomib (Ninlaro). Fungsi obat-obatan, yaitu memblokir pemecahan protein pada sel-sel myeloma supaya sel kankernya tidak menyebar dalam tubuh.

2. Terapi biologis

Terapi biologis mengandalkan sistem imun tubuh pasien  untuk melawan sel kanker myeloma. Dokter biasanya menggunakan obat thalidomide (Thalomid), lenalidomide(Revlimid), dan pomalidomide (Promalyst) untuk menguatkan sistem imun sebelum menyerang sel kanker.

3. Kemoterapi

4. Kortikosteroid

Kortikosteroid serupa prednisone dan dexamethasone, berfungsi merangsang sistem imun tubuh untuk mengurangi peradangan. Obat yang tersedia dalam bentuk pil dan cairan infus .

5. Transplantasi sel induk

6. Terapi radiasi

Referensi :
KOMPAS.com – Mengenal 3 Jenis Kanker Darah: Leukimia, Limfoma, dan Myeloma
Nationalgeographic.co.id – Mengenal Tiga Jenis Kanker Darah: Leukimia, Limfoma, dan Myeloma