Glukosa, Sukrosa atau Fruktosa, manakah yang lebih baik ?

0
8

Ketika anda mengamati komposisi pada kemasan makanan, anda akan menemukan kandungan sukrosa, glukosa, atau fruktosa. Meskipun jenis gula, apa perbedaan dari ketiganya?

Apa itu glukosa?

Glukosa, suatu gula monosakarida (aldoheksosa), Monosakarida (dari Bahasa Yunani mono: satu, sacchar: gula) adalah senyawa karbohidrat dalam bentuk gula yang paling sederhana.
Glukosa bermanfaat sebagai sumber energi bagi tubuh agar tetap berfungsi dengan baik.

Sebagai salah satu karbohidrat terpenting yang digunakan sebagai sumber tenaga utama dalam tubuh. Glukosa merupakan prekursor untuk sintesis semua karbohidrat lain di dalam tubuh seperti glikogen, ribose dan deoxiribose dalam asam nukleat, galaktosa dalam laktosa susu, dalam glikolipid, dan dalam glikoprotein dan proteoglikan (Murray et al., 2003).

Berapa kadar glukosa yang normal?
Sebelum makan, kadar glukosa yang normal antara 90-130 miligram per desiliter (mg/dL), dinamakan gula darah puasa.

Sekitar 1-2 jam setelah makan, kadar glukosa normal yaitu di bawah 180 mg/dL.

Lantas apa perbedaan dari Glukosa, Sukrosa dan Fruktosa?

Ketiganya memiliki jalur metabolisme yang berbeda dalam tubuh

Glukosa

Glukosa adalah Senyawa gula utama yang terdapat di dalam darah. Glukosa didapatkan dari makanan yang dikonsumsi, terutama bersumber dari karbohidrat seperti nasi, roti, pasta. mi, tepung-tepungan, buah-buahan, sayuran, biji-bijian dan gula. Glukosa bisa terdapat dalam ubi, singkong, kentang dan bihun.

Glukosa masuk melalui aliran darah ke sel-sel tubuh, sehingga lebih dikenal dengan istilah Glukosa Darah atau Gula Darah.

Glukosa yang terkandung dalam darah dan selanjutnya disimpan dalam sel otot dan sel hati. Saat Anda mendapatkan glukosa dari makanan, glukosa akan diserap melalui usus halus, dan kemudian dialirkan di darah.

Glukosa yang berada dalam darah dinamakan gula darah. Gula darah ini selanjutnya akan merangsang hormon insulin. Hormon insulin akan dilepaskan ke darah oleh organ pankreas untuk mengantar gula darah masuk dalam sel-sel otot dan sel-sel hati untuk disimpan.

Fruktosa

Fruktosa tidak dialirkan ke dalam darah, sehingga membuat kadar gula darah stabil. Fruktosa yang terkandung pada makanan manis hanya bisa dipecah dan dicerna oleh organ hati. Hasil akhir dari proses pencernaan tersebut adalah trigliserida, asam urat, dan beberapa zat radikal bebas.

Fruktosa bersifat lipogenik (dapat merangsang produksi sel lemak). Jika dikonsumsi berlebihan, maka trigliserida akan menumpuk di hati dan akhirnya merusak fungsi organ hati. Selain itu, trigliserida juga bisa memicu timbulnya plak di pembuluh darah yang menyebabkan penyakit jantung.

Zat radikal bebas hasil dari pemecahan fruktosa dapat merusak struktur sel, enzim sampai gen. Asam urat dapat mematikan produksi nitrit oksida,  zat yang membantu melindungi dinding arteri dari kerusakan.

Fruktosa secara alami terkandung dalam jumlah sedikit pada jenis buah dan sayuran. Fruktosa juga sering dijadikan sebagai bahan pemanis dalam minuman seperti soda dan minuman manis.

Sukrosa

Sukrosa termasuk dalam jenis disakarida. Terdiri dari gabungan dua monosakarida, yaitu glukosa dan fruktosa. Dengan kata lain sukrosa adalah gabungan keduanya.

Dikarenakan gula ini bukan bentuk paling sederhana, sukrosa akan dipecah terlebih dahulu oleh bantuan enzim β-Fructosidase (beta-fruktosidase).

Setelah dipecah jadi glukosa dan fruktosa, selanjutnya fruktosa dan glukosa ini akan masuk ke dalam jalur metabolisme nya masing-masing.

Sukrosa terkandung dalam sirup jagung, biasanya dengan konsentrasi 55% fruktosa dan 45% glukosa. Sirup jagung ini sering ditambahkan dalam minuman ringan, kue kering, dan berbagai makanan olahan.

Lantas, apakah semua jenis gula bisa dikonsumsi oleh tubuh ?

Ternyata tidak semua gula bisa menghasilkan energi, padahal gula memiliki fungsi penghasil energi.
Meskipun glukosa dan fruktosa sejenis, termasuk golongan monosakarida tetapi  tetap ada perbedaan. Glukosa adalah gula yang paling esensial diperlukan oleh tubuh.

Glukosa dan fruktosa termasuk jenis gula sederhana dibandingkan sukrosa (disakarida). Glukosa dan fruktosa termasuk golongan monosakarida. Jenis gula terkecil dan tidak dapat dipecah lagi.
Sebab tubuh hanya bisa menyerap glukosa dan mengubahnya menjadi energi bagi otot dan otak. Dikarenakan jalur metabolismenya berbeda tubuh tidak bisa menggunakan fruktosa sebagai energi.
Sukrosa tidak dapat menghasilkan energi sebab sukrosa harus dipecah terlebih dahulu dalam tubuh menjadi bentuk paling sederhana, yakni jadi glukosa dan fruktosa.