Diagnosis Kanker Darah, Leukimia dan Pengobatan Medis dan Mandiri

0
42

Diagnosis Kanker DarahDiagnosis Kanker Darah

Tahap awal

dokter akan menanyakan gejala-gejala penyakit sebelum memeriksa kondisi fisik Anda.

Pada pemeriksaan fisik

dokter akan mencari  tanda-tanda leukimia seperti kulit pucat akibat anemia, pembengkakan limfonodi, serta hati dan limpa yang membesar.

Jika dokter menduga anda mengidap kanker darah

dokter akan menganjurkan pemeriksaan seperti tes darah serta biopsi sumsum tulang.

Pada tes darah

Dokter mencari kelainan dari jumlah sel darah putih atau platelet. Penderita leukimia memiliki kadar sel darah putih yang sangat tinggi dibandingkan normal. dokter mungkin akan menyarankan untuk melakukan tes sumsum tulang belakang.

Pada tes sumsum tulang belakang

Dokter menggunakan jarum tipis panjang untuk mengambil sampel jaringan sumsum tulang belakang.  Sampel jaringan diperiksa lebih lanjut di laboratorium untuk menunjukkan jenis kanker darah yang dialami serta pilihan pengobatan yang paling tepat.

Setelah diagnosis positif kanker darah

Selanjutnya dokter akan mendiskusikan langkah pengobatan yang tepat. Jenis penanganan yang anda jalani tergantung usia, kondisi kesehatan, jenis dan stadium kanker darah.

Terdapat 4 jenis kanker darah (Leukimia) dan pengobatannya

Leukemia Limfotik akut (Acute Lymphocytic leukemia)

Terapi induksi leukemia, tahap membunuh sel-sel leukimia dalam darah dan sumsum tulang. Perawatan tahap ini termasuk kemoterapi dan kortikosteroid. Induksi berlangsung 1 bulan dilakukan di rumah sakit.

Beberapa pasien memiliki sel leukemia dengan perubahan gen tertentu (kromosom Philadelphia). Pasien dengan gen tersebut akan diberikan inhibitor tyrosine kinase.

Terapi konsolidasi, membunuh sisa sel leukemia yang tersisa. Jika masih ada sel tersisa, sel ini dapat tumbuh kembali dan kambuh. Perawatan termasuk kemoterapi dan transplantasi sumsum tulang. Konsolidasi dibutuhkan waktu beberapa bulan tetapi tidak opname di rumah sakit.

Terapi pemeliharaan leukemia, adalah pengobatan lanjutan mencegah sel leukemia yang tersisa untuk tumbuh. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan dosis kemoterapi yang lebih rendah dari yang digunakan sebelumnya (induksi atau konsolidasi). Kemoterapi diberikan dengan obat minum dan obat suntik intravena (IV).

Terapi pemeliharaan dilakukan 3 tahun berturut-turut, tapi selama ini, kebanyakan pasien leukemia sering kambuh lagi ketika dalam terapi pemeliharaan.

Leukemia Mielogen Akut (Acute Myelogenous Leukemia)

Terapi remisi  tujuannya sama dengan terapi induksi, kemoterapi diberikan pada penderita dengan cara pemberian suntikan intravena (IV). Induksi berlangsung 1 bulan, dilanjutkan 3 minggu kemudian untuk pemulihan sumsum tulang. Terapi remisi biasanya diperlukan opname di rumah sakit.

Terapi pasca-remisi, terapi ini berupa kemoterapi tambahan atau transplantasi sumsum tulang. Kemoterapi dapat diberikan pada pasien di rumah sakit selama beberapa hari setiap bulannya dan proses disarankan dilakukan selama 3 – 4 bulan.

Terdapat sub tipe dari AML disebut promyelocyticleukemia akut, sehingga pasien atau penderita leukemia mendapatkan tambahan obat-obatan lain, seperti arsenik trioksida dan obat all-trans retinoic acid (ATRA).

Transplantasi sel induk dan kemoterapi digunakan jika leukemia tidak respons terhadap pengobatan atau jika AML kembali kambuh.

Leukemia Limfotik Kronis (Chronic Lymphocytic Leukemia)

Terapi radiasi dapat digunakan untuk mengobati kelenjar getah bening yang bengkak karena terlalu banyak limfosit abnormal.

Cara ini merupakan kombinasi dari obat leukemia, termasuk antibodi monoklonal.
Ketika CLL tidak respons terhadap pengobatan, atau jika kambuh kembali setelah pasien telah reda gejalanya selama beberapa waktu tertentu, cara mengobati leukemia yang seperti ini adalah dengan kemoterapi  atau transplantasi sumsum tulang.

Leukemia Mielogen Kronis  (Chronic Myelogenous Leukemia)

Target terapi dengan inhibitor tyrosine kinase adalah pengobatan pertama kali digunakan untuk CML.
Transplantasi sumsum tulang

Bagi orang-orang yang baru didiagnosis pada tahap awal CML (fase kronis), tyrosine kinase inhibitor dapat bekerja selama bertahun-tahun. Jika pasien tidak menunjukkan gejala kambuh, pasien tidak perlu melakukan transplantasi lagi. Tetapi jika kambuh, sebaiknya melakukan transplantasi sumsum tulang.

Sementara penderita yang didiagnosis CML pada tahap selanjutnya (fase akselerasi atau fase krisis blast), pengobatan melibatkan kemoterapi atau tyrosine kinase inhibitor sebelum dilakukan transplantasi sumsum tulang. Manfaatnya meningkatkan kemungkinan keberhasilan operasi transplantasi sumsum tulang.

Penanganan Leukemia

Ada hal yang dapat dilakukan di rumah untuk membantu penderita leukemia mengatasi efek samping. Melakukan perawatan di rumah dapat dilakukan untuk gejala seperti mual atau muntah dan mengatasi tanda-tanda awal dehidrasi, seperti mulut kering atau pusing ketika dalam posisi duduk ke berdiri. Konsumsi permen jahe atau teh jahe juga mampu membantu meringankan gejala. Jika ada gejala diare, konsultasikan kepada dokter untuk mendapatkan penanganan tepat.

Masalah Penyakit Leukemia yang dapat diatasi sendiri :
  • Masalah tidur, Cobalah untuk rileks dan tenang
  • Merasa sangat lelah, Jika pasien kekurangan energi atau menjadi lemah dengan mudah, jadwalkan istirahat ekstra.
  • Rambut rontok, Gunakanlah sampo berbahan kimia ringan dan sisir rambut  perlahan dengan lembut.
  • Rasa sakit dan stres, Semangat orang terdekat (pasangan dan keluarga) dapat membantu mengatasi rasa sakit, lakukan hal positif dan tetap optimis.
Referensi :
https://www.alodokter.com/ – Kanker Darah
DokterSehat.Com – Leukemia – Gejala Leukemia, Penyebab, & Pengobatannya