Deteksi Dini Kanker Pada Anak, Pengobatan Medis dan Dampaknya

0
28

Leukemia (penyakit kanker darah)

Leukemia adalah proses pembentukan sel darah tidak normal atau tidak matang. Sel induk darah gagal terbentuk dan tidak matang tepat pada waktunya. Akibatnya jumlahnya berlebih dan berkembang menjadi sel myeloid dan limphoid (dua tipe sel darah putih abnormal).

 Penyebab dan Faktor Risiko Kanker Darah

Sementara penyebab leukemia belum diketahui secara pasti. Penyebab penyakit leukemia adalah dari faktor internal maupun faktor eksternal tubuh.

1.Faktor internal adalah dari kelainan kromosom, genetika atau keturunan

Faktor keturunan atau genetika. Pengidap down syndrome pertama kali dikenal pada tahun1866 oleh Dr. John Langdon Down.

Merupakan kelainan genetik yang terjadi pada kromosom 21. Kelainan yang menyebabkan keterbelakangan pertumbuhan fisik dan mental ini meningkatkan risiko mengalami leukemia akut.

Leukemia limfatik kronis sering diturunkan dalam keluarga dan cenderung dialami pria. Riwayat keluarga yang mengidap leukemia dapat memperbesar risiko mengalami penyakit serupa.

2.Faktor eksternal penyebab leukemia adalah termasuk paparan radiasi, merokok atau zat kimia tertentu yang berbahaya.

 

  • Pernah menjalani pengobatan kanker. Kemoterapi atau radioterapi tertentu diduga dapat memicu kanker darah.
  • Pernah mengalami pajanan terhadap radiasi tingkat tinggi atau zat-zat kimia tertentu. Misalnya orang yang pernah terlibat dalam kecelakaan yang berhubungan dengan reaktor nuklir atau mengalami pajanan zat kimia seperti benzena.
  • Merokok. Rokok tidak hanya akan meningkatkan risiko kanker darah (terutama leukemia mielogen akut), tapi juga berbagai penyakit lain.

 

Apa penyebab kanker darah pada anak?

Lantas, faktor risiko apa saja yang dapat meningkatkan potensi seorang anak terkena leukemia ?

  • Adanya penyakit keturunan seperti Down Syndrome.
  • Adanya penyakit keturunan gangguan pada imun tubuh.
  • Memiliki seorang saudara kandung atau kembaran dengan leukemia.
  • Riwayat paparan radiasi, kemoterapi, benzena dengan takaran yang tinggi.
  • Riwayat pada sistem imun seperti transplantasi organ.

Apa saja gejala kanker darah pada anak?

Gejala yang biasa terjadi antara lain : lemas, pucat, infeksi dan demam, rentan berdarah atau terluka, muncul lebam atau memar, nyeri pada otot, batuk, mual, muntah, selera makan menurun, sakit kepala dan sesak nafas.

dr. Edi Setiawan Tehuteru, Sp.A(K), MHA mengatakan, “Jadi yang paling penting, mewaspadai gejala kanker anak. Jika menemukan gejala, segera bawa anak ke dokter”.
Indikasi Awal Kanker pada anak dapat dilihat oleh orang tua seperti :

  • Penurunan sel darah merah (eritrosit) – menyebabkan anak berwajah pucat.
  • Penurunan sel darah putih (leukosit) – sering mengalami demam.
  • Kadar trombosit dalam darah rendah – anak mengalami perdarahan kulit, gusi, atau mimisan.

Dengan menemukan kanker sejak awal langsung mendapat penanganan medis, tingkat kesembuhan akan lebih tinggi, karena kanker belum menyebar ke organ tubuh lainnya.

Bagaimana pengobatan kanker darah pada anak?

Penanganan medis diberikan ketika paramedis mengetahui pasti jenis leukemia yang diidap pada anak. Dasarnya, pengobatan medis yang diberikan anak penderita leukemia adalah kemoterapi dan terapi radiasi untuk membunuh sel kanker.

Transplantasi sumsum tulang belakang baru dilakukan jika kemoterapi atau terapi radiasi ternyata tidak menunjukkan hasil yang efektif.

Soheil Meshinchi, M.D., Ph.D., dari Fred Hutchinson Cancer Research Center ” Leukemia myelogenous akut (AML) diderita  anak dan Leukemia myelogenous akut (AML) orang dewasa merupakan dua penyakit kanker terpisah, layaknya membandingkan kanker payudara dengan kanker kolon (Kanker usus besar atau dubur).”

Sebuah penelitian yang dilakukan NCI terhadap pasien-pasien AML misalnya, ditemukan bukti bahwa AML pada pasien dewasa dan anak-anak memiliki perbedaan di tingkat genetik.
Pilihan perawatan untuk pasien AML anak termasuk kemoterapi intensif dan transplantasi sumsum tulang.

Dengan beberapa pengecualian, kanker pada anak cenderung menunjukkan respon yang lebih baik terhadap jenis perawatan tertentu. Anak-anak memiliki besar kemungkinan lebih baik merespon pengobatan kanker daripada orang dewasa, karena biasanya mereka tidak memiliki masalah kesehatan lain yang dapat bereaksi negatif dengan pengobatan kanker.

Di sisi lain, anak terlalu kecil berpotensi lebih rentan terhadap terapi radiasi yang diberikan sebagai bagian dari pengobatan. Baik kemoterapi, terapi radiasi, dan perawatan kanker secara medis  dapat menyebabkan efek samping jangka panjang, sehingga anak penderita kanker sangat perlu dipantau kesehatannya selama sisa hidup mereka.

Referensi :
hellosehat.com – Sering Menyerang Anak, Ortu Wajib Kenali Kanker Darah Leukimia
https://www.merdeka.com – Leukemia pada anak-anak dan orang dewasa, apa bedanya?
Kompas.com – Kenali Gejala Kanker Darah pada Anak