Cara Memencet Jerawat Secara Aman

0
37

Joshua Zeichner ahli dermatologist, menyatakan Pustules merupakan salah satu jenis jerawat dengan benjolan berwarna merah berisi kandungan nanah.

Cara Memencet Jerawat Secara Aman

Para ahli kulit (dermatologist) melarang memencet jerawat karena bisa melukai kulit. Ketika memencet jerawat, anda justru meninggalkan bekas luka bopeng.
Akan tetapi, menahan diri untuk tidak memencet jerawat teramat sulit. Sejujurnya, siapapun pasti tidak ada yang rela berlama-lama membiarkan jerawat muncul di wajah.

Tapi bagaimana caranya agar tidak berdampak buruk dan meninggalkan bopeng?

Dr. Mehmet Oz memberikan sedikit trik siasati “memencet” jerawat yang aman.
Triknya yaitu ditusuk, cukup tusuk kepala jerawat(‘mata’), jangan memencetnya dari bawah sampai nanah keluar. Menusuk kepala jerawat tidak akan menyebabkan rasa sakit, karena anda menusuk sel kulit yang sudah mati. Hal ini juga tidak menyebabkan kerusakan lebih lanjut terhadap jaringan kulit sehat di sekitarnya.

Bahan yang diperlukan untuk melakukan trik ini adalah: Jarum (jarum jahit biasa, peniti, jarum pentul), Alkohol atau korek api gas.

Hal yang perlu dilakukan, Cuci tangan sampai bersih dengan air hangat dan sabun kemudian oleskan sedikit alkohol ke tangan.

Sterilkan jarum  baik dengan menggosoknya dengan alkohol atau sterilkan jarum dengan memanaskannya di atas api selama beberapa detik dan tunggu hingga dingin.
Sejajarkan jarum dengan permukaan kulit wajah, dan secara perlahan tusukkan ujung jarum hingga menembus masuk dalam ‘mata’ jerawat (berwarna putih/kekuningan). Hindari menusuk jarum di bagian dasar jerawat karena terlalu dekat dengan jaringan kulit sehat di sekitarnya.
Angkat jarum tersebut untuk membuka jalan bagi nanah untuk bisa keluar.

Lapisi tangan Anda dengan tisu bersih dan tekan secara perlahan dari kedua sisi jerawat. Jika jerawat sudah ‘matang’, nanah akan dengan mudah keluar.

Jika belum, berhenti dan jangan dilanjutkan triknya. Berhenti memencet jerawat jika yang keluar berupa darah atau cairan bening, bukan nanah.

Setelahnya bersihkan dengan toner bebas alkohol dan oleskan obat jerawat yang mengandung glycolic acid (AHA) agar cepat kering, tidak infeksi tidak menimbulkan flek.

Trik ini paling baik dilakukan setelah mandi, ketika kulit lembap dan pori terbuka, walau sebenarnya  jika dilakukan saat kondisi kulit kering.

Hanya gunakan teknik ini untuk jerawat bernanah — benjolan yang memiliki ujung berwarna putih atau kekuningan.

Jerawat batu (jerawat sistik) atau benjolan merah besar dan bengkak di bawah kulit hanya bisa ditangani oleh injeksi kortison oleh dokter kulit.

Bagaimana cara menyamarkan bekas jerawat?

1.Aplikasikan primer matte (concealer) ke seluruh wajah. Gunakan concealer yang serupa dengan warna kulit.

2.Oleskan ke area jerawat menggunakan kuas khusus concealer (bulu kuas sintetik dengan ujung rata dan membulat). Jangan lupa membaurkan concealer ke area sekitar jerawat untuk hasil  merata.

3.Bubuhkan bedak agar concealer tidak luntur.

Banyak faktor penyebab jerawat misalnya kotoran yang menyumbat pori-pori, bakteri, sel-sel kulit mati, produksi minyak yang berlebih (sebum), stres, ataupun faktor keturunan.

Ketika jerawat dipencet, dia akan mengeluarkan cairan nanah (biasanya berwarna putih atau kuning). Jika nanah berwarna hijau, itu menandakan adanya bakteri akibat dari infeksi.

Jadi jika jerawat yang ada cukup besar, menimbulkan rasa sakit serta memiliki nanah berwarna hijau, maka sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter. Itu berarti kulit terinfeksi bakteri dan perlu penanganan ahli