Air Putih Hangat atau Dingin, Mana yang Lebih Tepat Diminum saat Berbuka?

0
20

berbuka dengan air dingin dan panas

Berbuka puasa adalah waktu yang ditunggu ketika bulan Ramadhan. Beberapa diantaranya meminum air dingin sebagai pilihan minuman saat berbuka, Yang lainnya mungkin memilih air hangat. Tetapi sebaiknya berbuka puasa dengan air dingin atau air hangat?

Berbuka Dengan Air Dingin

Berbuka dengan air dingin terasa segar, rasa haus langsung hilang seketika sesuai iklan komersial. Ternyata, berbuka dengan air dingin memiliki dampak yang kurang baik.

Menurut Praktisi gizi klinis dan olahraga Rita Ramayulis, mengatakan bahwa berbuka dengan minuman yang terlalu dingin dapat mengakibatkan kerja lambung melambat karena harus menyesuaikan dengan suhu tubuh.

Selain itu, kondisi perut yang kosong selama hampir 13 jam, membuat lambung segera mengalami kontraksi atau kaget jika langsung menerima air dingin dan perut juga akan terasa kembung.

Dianjurkan memilih minuman berbuka puasa yang tak terlalu dingin dan tanpa es batu.

Berbuka Dengan Air Hangat

Air hangat dapat menyesuaikan dengan suhu tubuh lebih cepat. Jadi, lambung bisa bekerja normal saat diberi air hangat.

Secara umum, minum air hangat dapat meningkatkan sirkulasi darah serta melindungi organ-organ internal dari kerusakan.

Selain itu, air hangat dapat mengaktifkan sistem pencernaan yang tentunya dapat membantu Anda untuk menghindari gangguan pencernaan. Meminum air hangat juga dapat merangsang aliran darah menuju usus dan dapat mencegah sembelit saat puasa.

Sekretaris Ikatan Dokter Indonesia Kalimantan Barat Dr Nursyam M.Kes , menyarankan agar semua umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa tidak berbuka dengan langsung meminum air es karena dapat menyebabkan kontraksi pada lambung.

“Biasanya saat berbuka umat muslim langsung menghilangkan dahaga dengan air es, saya sarankan sebaiknya hal tersebut jangan dilakukan, karena dapat menyebabkan kontraksi pada lambung,” katanya.

Anda juga bisa berbuka puasa dengan dahulukan minum air putih yang tidak dingin atau air dengan suhu ruang.

Setelah itu, sekitar 5-10 menit, barulah anda dapat mengkonsumsi minuman atau camilan manis, seperti kurma atau kolak.

Teh manis hangat juga dianjurkan sebagai minuman berbuka puasa, karena dapat menormalkan kembali gula darah setelah berpuasa.

Namun hati-hati, minuman dan makanan manis juga tidak boleh dikonsumsi berlebihan, harus sesuai dengan porsinya. Satu gelas teh manis saja sudah cukup membantu menaikkan gula darah dan membuat tubuh kembali berenergi.

Dr Nursyam M.Kes , mengatakan dalam menjalankan puasa, sebelum tidur malam dan saat sahur ada baiknya memperbanyak minum air putih sampai dua liter. Ada beberapa tips sederhana untuk menjaga lambung tetap sehat selama puasa, diantaranya jangan lewatkan sahur dan jangan tunda berbuka.

“Sesudah shalat Magrib lanjutkan makan besar dan lengkap. Sesudah Tarawih/sebelum tidur dapat mengkonsumsi makanan ringan. Perbanyak minum air untuk mencegah dehidrasi,” katanya.

Selain itu dengan memperbanyak makan sayur dan buah berserat selain menjaga daya tahan tubuh juga menekan rasa lapar dam membuat lebih cepat kenyang. Selain itu, makanan berserat juga bisa menahan daya tampung air di dalam lambung.

Terdapat pilihan alternatif selain menu minuman berbuka yang manis dan hangat, misalnya konsumsi buah-buahan yang manisnya alami. Buah memiliki kandungan air yang tinggi, serta dapat juga menaikkan gula darah yang turun selama puasa.

Referensi

Mana Lebih Baik: Buka Puasa dengan Air Dingin atau Hangat? – KOMPAS.com
Hindari Berbuka Puasa dengan Air Es – REPUBLIKA.CO.ID
Mana yang Lebih Baik, Buka Puasa dengan Air Dingin atau Air Hangat? – Bobo.id